Share

Nestapa MTsN 19 Cilandak, Kegiatan Belajar Mengajar Dihentikan Dikala Hujan Deras

Muhammad Farhan, MNC Portal · Jum'at 07 Oktober 2022 14:23 WIB
https: img.okezone.com content 2022 10 07 338 2682625 nestapa-mtsn-19-cilandak-kegiatan-belajar-mengajar-dihentikan-dikala-hujan-deras-v69cEX5hXv.jpg MTsN 19 Cilandak saat kebanjiran (foto: dok MPI)

JAKARTA - Peristiwa robohnya tembok sekolah Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 19 Pondok Labu, Cilandak, Jakarta Selatan, menjadi tragedi yang melanda dunia pendidikan saat ini. Pasalnya, akibat robohnya tembok tersebut, tercatat lima orang siswa menjadi korban dan tiga di antaranya meninggal dunia.

Dua murid MTSN 19, Ayla dan Danila mengatakan, di kala hujan turun sudah menjadi rutinitas oleh pihak sekolah untuk menghentikan belajar mengajar sementara.

"Kalau lagi hujan pelajarannya distop, langsung berhenti. Itu jam 2-an (siang), pas kejadian (tembok roboh) jam setengah 3," terang Ayla saat ditemui di depan MTS tersebut, Jumat (7/10/2022).

 BACA JUGA:Setelah Insiden MTsN 19 Jakarta, Kemenag Pastikan Akan Audit Seluruh Kualitas Bangunan Madrasah

Ayla juga menuturkan, pihak sekolah telah mengimbau proses evakuasi di saat hujan melanda. Untuk itu, mereka mengaku terbiasa dengan rutinitas banjir yang selalu menghentikan proses belajar mengajarnya.

"Iya, kami sudah terbiasa saat hujan (evakuasi). Tetapi kalau yang kemarin kan deras dan ada petir kenceng banget. Jadi murid-murid diminta diam di kelas dulu," tutur mereka yang duduk di kelas delapan Tsanawiyah.

 BACA JUGA:Kenang Korban Meninggal Tembok MTs 19 Roboh, Teman : Dendis Seru, Asyik Diajak Main

Follow Berita Okezone di Google News

Perihal banjir, menurut Ayla, peristiwa kemarin termasuk yang terparah selama ia mengenyam pendidikan di madrasah tersebut.

"Banjir udah pernah alamin sebelumnya tapi cuma selutut aja, ga parah seperti kemarin," kata Ayla.

Sebelumnya, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta Isnawa Adji mengungkapkan, kronologi kejadian bermula saat hujan deras menyebabkan air gorong-gorong meluap sehingga menggenangi area sekolah MTsN 19. Selanjutnya membuat tembok pagar roboh dan menimpa sejumlah siswa.

"Beberapa siswa yang sedang bermain di area taman sekolah tertimpa tembok yang roboh, karena tidak mampu menahan luapan air yang ada (Bukan tembok ruangan kelas yang roboh)," ujar Isnawa saat dikonfirmasi, Kamis kemarin (6/10/2022).

Dia menjelaskan, posisi sekolah berada di dataran rendah, yang di sekitarnya terdapat saluran PHB Pinang Kalijati dan di belakang sekolah terdapat aliran sungai.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini