Share

5.603 KK di Kota Bogor Tinggal di Wilayah Rawan Bencana

Putra Ramadhani Astyawan, Okezone · Rabu 26 Oktober 2022 05:48 WIB
https: img.okezone.com content 2022 10 26 338 2694586 5-603-kk-di-kota-bogor-tinggal-di-wilayah-rawan-bencana-pdf2niPINp.jpg Illustrasi (foto: Okezone)

BOGOR - Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor telah melakukan pendataan terhadap wilayah rawan bencana. Hasilnya, 5.603 Kepala Keluarga (KK) tinggal atau berada dalam wilayah rawan bencana.

"Saya tadi sudah mendapatkan laporan dari seluruh wilayah, seluruh kecamatan di Kota Bogor total ada 5.603 KK yang berada pada titik rawan," kata Wali Kota Bogor Bima Arya, Selasa (25/10/2022).

 BACA JUGA:Atap Rumah Ambruk di Bogor, 1 Orang Terluka

Jumlah itu dibagi tiga kategori warna. Kategori hitam yakni warga harus segera dipindah ke tempat aman karena berbahaya atau pernah terjadi bencana sebelumnya, ketegori merah darurat dan kategori kuning diawasi tetapi akan dipindahkan bertahap.

"Yang zona hitam itu ada 1.203 KK, merah 2.548 KK dan kuning ada 1.852 KK," jelasnya.

 BACA JUGA:Pergerakan Tanah di Bogor, Dapur Rumah Warga Jebol

Kemudian, pihaknya juga melakukan pemetaan lahan-lahan yang ada di seluruh Kota Bogor. Sejauh ini, ada tiga lahan yang bisa diguakan untuk tempat relokasi warga dari wilayah rawan bencana.

Follow Berita Okezone di Google News

Yakni lahan di kawasan Mulyaharja, Kecamatan Bogor Selatan seluas 3 hektare, kedua di Kelurahan Sukaresmi, Kecamatan Tanah Sareal seluas 1,5 hektare dan terakhir di Kelurahan Cimahpar, Kecamatan Bogor Utara seluas 3.000 meter persegi.

"Tiga lahan ini menjadi lahan tempat relokasi rumah di wilayah hitam. Jadi saya berikan waktu satu bulan kepada para Camat melakukan komunikasi dengan warga di daerah hitam untuk pada waktunya akan bergeser ke lahan-lahan tadi," ungkapnya.

Selain dibangun di lahan yang baru, Bima Arya menyebutkan ada skenario membangun di lahan yang lama. Dengan catatan lahan yang lama sudah dalam kondisi aman. Hal itu akan dilakukan berdasarkan rekomendasi teknis dari para ahli geologi.

"Contohnya di sini (lokasi longsor Gang Barjo). Kalau di sini sudah aman, dibangun turapnya, saluran airnya, artinya rumah rumah di bawah (tebinhan) akan kita renovasi sehingga lebih aman," tutupnya.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini