Share

Update! Kasus Gagal Ginjal Akut di Jakarta Bertambah Jadi 111, Tercatat 56 Anak Meninggal

Muhammad Refi Sandi, MNC Media · Rabu 26 Oktober 2022 13:15 WIB
https: img.okezone.com content 2022 10 26 338 2694838 update-kasus-gagal-ginjal-akut-di-jakarta-bertambah-jadi-111-tercatat-56-anak-meninggal-H2qBUhChQs.jpg Ilustrasi (Foto: Zeenews)

JAKARTA - Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI Jakarta melaporkan kasus gagal ginjal akut progresif atipikal kembali bertambah menjadi 111 anak, 56 di antaranya meninggal dunia. Data tersebut dihimpun hingga Rabu (26/10/2022) pukul 10.00 WIB.

"Per pagi ini kasus ditemukan di fasilitas kesehatan Jakarta ada 111 kasus," ucap Kepala Seksi Surveillans Epidemiologi dan Imunisasi Dinkes DKI Jakarta Ngabila Salama saat dikonfirmasi.

BACA JUGA:Imbas Fenomena Gagal Ginjal Akut, Sudinkes Awasi 215 Apotek dan Toko Obat di Jakpus 

Kemudian, sebanyak 56 atau 50 persen dari pasien meninggal dunia, 23 pasien tengah menjalani perawatan, dan 32 pasien dinyatakan sembuh. Adapun angka tersebut mengalami peningkatan 16 pasien jika dibandingkan data Selasa 25 Oktober 2022.

 

Dari temuan 111 kasus itu, hanya 72 pasien yang berdomisili di DKI Jakarta. Sementara itu, data yang dihimpun Dinkes DKI merupakan hasil dari penyisiran seluruh rumah sakit di Ibu Kota yang merawat pasien gagal ginjal akut.

Sebelumnya, Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) DKI Jakarta Widyastuti menyebut, tim dari Suku Dinas masing-masing wilayah Kota Administrasi turun ke lapangan mengawasi penggunaan obat sirup di rumah sakit, puskesmas, dan apotek.

BACA JUGA:Menko PMK Minta Puskesmas dan Posyandu Sisir Kasus Gagal Ginjal Akut 

Follow Berita Okezone di Google News

Hal itu sejalan dengan arahan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dan Badan Pemeriksa Obat dan Makanan (BPOM) menyusul meningkatnya kasus gagal ginjal akut atipikal pada anak.

"Tentu kami mengikuti, apa yang menjadi arahan edaran dari Kemenkes tentang pembatasan tidak dulu dipake obat cair (sirup) itu," kata Widyastuti di Gedung DPRD DKI, Selasa 25 Oktober 2022.

"Tim kami di suku dinas sebagai pembinaan, pengawasan, pengendalian turun ke Rumah Sakit ke Puskesmas dan ke Apotek untuk memastikan bahwa obat-obat cair yang dimaksud sudah disimpan terpisah, atau dilakukan bahasa kita karantina lah, sehingga tidak dipakai dulu sampai nanti ditetapkan kemudian oleh badan yang berkompeten," imbuhnya.

1
2
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis Okezone.com tidak terlibat dalam materi konten ini.

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini