Share

Kapal Rumah Sakit China Masuki Perairan Teluk Jakarta, Ada Apa?

Yohannes Tobing, MNC Portal · Kamis 10 November 2022 14:17 WIB
https: img.okezone.com content 2022 11 10 338 2704784 kapal-rumah-sakit-china-masuki-perairan-teluk-jakarta-ada-apa-f03srvucAi.jpg Kapal rumah sakit China masuki perairan Teluk Jakarta/Foto: Yohannes Tobing

JAKARTA - Sebuah Kapal Rumah Sakit China, bernama Daishan Dao-866 terpantau telah memasuki perairan teluk Jakarta, Tanjung Priok, Jakarta Utara, pada Kamis (10/11/2022) siang.

Berdasarkan pantauan wartawan, kapal berkelir putih tersebut datang dari arah utara menuju pelabuhan Tanjung Priok. Terpajang bendera China dan juga Indonesia di kapal tersebut.

Tidak jauh dari kapal tersebut, terdapat KRI Bontang-907 yang berlayar dibelakang kapal China tersebut. Bahkan saat kapal Daishan Dao-866 melintas bersampingan dengan KRI Semarang-594.

Menanggapi keberadaan Kapal China tersebut, Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana Yudo Margono mengatakan bahwa kapal rumah sakit tersebut dalam rangka port visit.

"Dia kapal rumah sakit dia akan port visit, kalau masalah dia akan melaksanakan pengobatan tentunya harus ada izin dari kementerian kesehatan karena dengan kapal asing," Kata Yudo saat di KRI Semarang.

Terkait dengan kedatangan kapal tersebut Yudo meminta kepada Pangkolinlamil dan Kaskoarmada I, untuk menerima kedatangannya sebab hal ini masih setingkat port visit.

Dijelaskan Yudo, setiap kapal perang atau kapal bantu asing yang akan melakukan port visit ke Indonesia harus memiliki izin dari Markas Besar TNI. Jika memenuhi syarat Mabes akan mengeluarkan ijin.

Follow Berita Okezone di Google News

Adapun selain bertujuan port visit, kedatangan Daishan Dao-866 juga disebut akan melaksanakan kegiatan pengobatan. Akan tetapi menurut Yudo, yang bersangkutan harus mengantongi izin dari Kementerian Kesehatan.

Yudo menambahkan, pihaknya akan terus melakukan pengawasan khususnya pengamanan dengan kehadiran kapal rumah sakit Daishan Dao-866 di Indonesia.

"Semua kehadiran kapal asing pasti ada prosedurnya, kewaspadaan kemudian prosedur pengamanannya, sudah ada prosedurnya itu dari kita sendiri," Ungkap Yudo.

"Kemudian kegiatan dia sendiri juga tentunya harus ada izinnya karena masuk di teritorial kita, tapi mereka akan visit di Jakarta sehingga akan laksanakan pengamanan," Pungkasnya.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini