Share

Gelagat Dian Korban Sekeluarga Tewas di Kalideres Jadi Pendiam hingga Tubuhnya Mengurus

Dimas Choirul, MNC Media · Selasa 15 November 2022 11:55 WIB
https: img.okezone.com content 2022 11 15 338 2707771 gelagat-dian-korban-sekeluarga-tewas-di-kalideres-jadi-pendiam-hingga-tubuhnya-mengurus-8chXaoDEzt.jpg Ilustrasi (Foto: Shutterstock)

JAKARTA - Seorang pedagang jamu langganan korban sekeluarga tewas di Kalideres, Jakarta Barat, berinisial R mengaku bahwa terakhir kali melihat anggota keluarga tersebut sekitar dua bulan lalu.

Saat itu, ia melihat korban Dian dan ayahnya, Rudiyanto berjalan kaki membawa keresek hitam dari pasar ke arah pulang ke rumah.

"Dia (Dian) jalan kaki sama bapaknya bawa kresek hitam, jalan. Jadi Dian di depan bapaknya di belakang jalan. Terus tukang bubur ini nanya ke saya, 'itu Dian kan mbak'. 'Iya kata saya'," ucapnya saat ditemui wartawan di sekitaran Kalideres, Jakarta Barat, Selasa (15/11/2022).

R mengungkapkan bahwa saat itu Dian hanya diam saja. Padahal, biasanya selama ini Dian suka menegur dirinya. "Biasanya kan dia negor mbak gitu," ujarnya.

Baca juga: Pedagang Ungkap Korban Tewas Sekeluarga di Kalideres Sering Pesan Jamu Kunyit Asam

R mengungkapkan bahwa ada gelagat yang tak biasa dari Dian. Menurutnya, sosok Dian yang awal dikenalnya memiliki pribadi yang ramah, seketika berubah menjadi cuek dan memiliki wajah pucat. Bahkan, Dian awal yang bentuk tubuhnya gemuk, seketika mengurus.

"Iya beda banget. Kayak orang lagi sakit. orang yang tadinya badannya gemuk gede tinggi, putih, cantik, badannya sampai kecil banget turun," tuturnya.

Baca juga: Polisi Tunggu Hasil Labfor untuk Temukan Titik Terang Penyebab Tewasnya Sekeluarga di Kalideres

Sebelum dikabarkan tewas tak wajar bersama tiga anggota keluarganya yang lain, R mengatakan, korban biasa membeli jamunya setiap sebulan sekali. Meski sering mengantar, Ia mengaku tak pernah masuk ke area dalam rumah korban. Bahkan, dirinya hanya berdiri di depan pintu gerbang rumah.

Seingat R, terakhir kali ia mengantar jamu ke rumahnya saat pandemi Covid-19 awal Maret 2020 lalu. Setelah itu, korban tidak pernah memesan jamunya lagi.

"Pokoknya semenjak corona (Covid-19) itu bu Dian nggak pernah mesen jamu. Saya taunya pas masih sehat aja. Pas abis corona itu ga pernah mesen jamu lagi. Itu masih sehatlah masih seger masih cantik tinggi, bu Dian juga masih gemuk," akunya.

Follow Berita Okezone di Google News

Sebelumnya diberitakan, ditemukan empat mayat dalam sebuah rumah di Blok AC Jalan Taman Asri 3, RT 7 RW 15, Citra Garden 1, Kalideres, Jakarta Barat pada Kamis 12 November 2022 malam. Keempat mayat tersebut diketahui merupakan satu keluarga.

Kapolres Metro Jakarta Barat Kombes Pol Pasma Royce menyebut empat warga yang ditemukan tewas itu sudah tewas sekitar tiga minggu lalu. Hal itu diketahui berdasarkan hasil autopsi yang dilakukan oleh tim dokter forensik Rumah Sakit Polri Kramat Jati.

"Berdasarkan keterangan dokter forensik bahwa kematian ini dari tiga minggu yang lalu," ujar Pasma kepada wartawan di kantornya,.

Pasma menjelaskan, kematian keempat jenazah tersebut tidak dalam waktu yang bersamaan. "Betul. Jadi itu dari bapaknya ibunya, iparnya semuanya di waktu berbeda meninggalnya, sehingga pembusukannya masing-masing berbeda-beda," ungkapnya.

1
2
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis Okezone.com tidak terlibat dalam materi konten ini.

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini