Share

Ketua Harian Perindo TGB Zainul Majdi Paparkan Peranan Bahasa Arab dalam Seminar di UIN Jakarta

Hambali, Okezone · Selasa 22 November 2022 14:04 WIB
https: img.okezone.com content 2022 11 22 338 2712475 ketua-harian-perindo-tgb-zainul-majdi-paparkan-peranan-bahasa-arab-dalam-seminar-di-uin-jakarta-Pa3r9i0l3y.jpg TGB Zainul Majdi/Foto: Hambali

TANGSEL - Ketua Harian Nasional Partai Perindo Tuan Guru Bajang (TGB) Muhammad Zainul Majdi menjadi pembicara dalam seminar Fakultas Dirasat Islamiyah UIN Jakarta, di Aula Pusdiklat Kementerian Agama (Kemenag), Ciputat, Tangerang Selatan (Tangsel), Selasa (22/11/22).

Seminar bertema "Peran Bahasa Arab dalam Rekognisi Budaya Antar Negara" dihadiri seratusan peserta. Selain TGB Zainul Majdi, pembicara lainnya adalah penulis novel terkenal Habiburrahman El Shirazy.

 BACA JUGA:Detik-Detik Menegangkan Tim Gabungan Evakuasi Jenazah Tertimbun Lumpur Gempa Cianjur

Dalam penjelasannya, TGB memaparkan peranan Bahasa Arab yang berpengaruh terhadap perkembangan zaman dan teknologi. Semua itu, kata dia, tak luput dari ketetapan Islam bahwa Bahasa Arab merupakan bahasa Al-Quran dan Sunnah sehingga terjaga hingga zaman berakhir.

"Al-Quran dijamin ada selamanya, seumur dunia, tidak ada bahasa lain yang datang dari langit selain Bahasa Arab. Tidak ada yang dijamin oleh Allah SWT, selain bahasa arab. Bahasa Arab itu adalah bahasa Al-Quran dan Sunnah," katanya.

 BACA JUGA:Prioritas Penanganan Gempa Cianjur, Menko PMK: Cari Korban Tertimbun, Data Rumah Rusak

Lebih jauh, TGB mencontohkan bahwa Bahasa Arab sudah berperan secara kongkrit dalam membentuk jati diri bangsa Indonesia. Misalnya saja dalam masa awal berdirinya Republik Indonesia di mana banyak pendiri bangsa memilih menggunakan bahasa serapan dari Bahasa Arab.

"Kalau dalam konteks Indonesia contoh sederhanya saja, banyak sekali kosakata yang merupakan serapan dari bahasa arab dan bahkan kata-kata yang membentuk jatidiri kita sebagai bangsa Indonesia, termasuk dalam interaksi sosial. Kata seperti Maaf, Ridho, Ikhlas, itu semua dari bahasa arab," katanya.

"Ketika kita bernegara, Majelis Permusyawaratan Rakyat, Dewan Perwakilan Rakyat, pengadilan, Mahkamah Agung, itu serapan semua dari bahasa arab. itu artinya apa? Bahasa Arab sebenarnya sudah berperan secara kongkrit dalam membentuk jatidiri kita sebagai bangsa," sambung mantan Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) itu.

Menurutnya, peranan Bahasa Arab lah yang mengubah arah dunia menuju kemajuan. Hal itu tak dapat dipungkiri mengingat banyak ilmuwan, pendeta-pendeta yang mendalami literatur Islam berbahasa Arab guna mencari dasar ilmu pengetahuan.

"Bahasa Arab itu menjadi bahasa menuju pengetahuan dunia," terangnya.

Baca Juga: Lifebuoy x MNC Peduli Ajak Masyarakat Berbagi Kebaikan dengan Donasi Rambut, Catat Tanggalnya!

Meski begitu, dia menyayangkan kebanyakan pemimpin negara-negara Jazirah Arab sangat jarang menggunakan Bahasa Arab dalam pertemuan internasional. Padahal, sebagai umat Islam yang mengimani Al-Quran dan Sunnah tentunya harus terbiasa mentradisikan Bahasa Arab dalam kancah internasional.

"Dalam setiap acara PBB itu sangat jarang pemimpin negara arab menggunakan Bahasa Arab, sangat jarang kegiatan yang mencerminkan bahwa Bahasa Arab itu bahasa sempurna di dunia ini, karena apa? karena pemimpin Arab sendiri tidak punya konsen di situ," ucapnya.

 BACA JUGA:Berita Duka! Ki Joko Bodo Meninggal Dunia

Sementara, Dekan Fakultas Dirasat Islamiyah Syairozi Dimyathi, menganggap Bahasa Arab tak hanya menjadi penentu dalam syiar agama saja tapi juga memengaruhi pergaulan dunia secara global. Untuk itulah dia mengharap seminar tersebut memantik minta generasi muda lebih serius memelajari Bahasa Arab.

"Maka menjadi kewajiban bagi kita umat islam, terutama generasi muda umat islam memelajari bahasa arab sebaik-baiknya. Untuk itulah fakultas Dirasat Islamiyah saat ini menggelar festival Bahasa Arab," terangnya.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini