Share

Praktik Oplos Gas Elpiji Subsidi di Tangerang Terbongkar, Begini Modusnya

Hambali, Okezone · Kamis 24 November 2022 06:30 WIB
https: img.okezone.com content 2022 11 24 338 2713690 praktik-oplos-gas-elpiji-subsidi-di-tangerang-terbongkar-begini-modusnya-TpY1lQ76mo.jpg Polisi gerebek praktik pengoplosan gas elpiji di Tangerang (Foto: Hambali)

JAKARTA - Polisi Resort Metro Tangerang Kota menggerebek lokasi praktik pengoplosan gas elpiji subsidi ke non subsidi rumahan di kampung Melayu Timur, Gang Pelor, Kecamatan Teluknaga, kabupaten Tangerang Banten pada Selasa 22 November 2022.

Pelaku sudah beraksi selama 4 bulan dengan mengoplos isi tabung gas 3 kilogram guna dipindahkan ke dalam tabung gas 12 kilogram.

BACA JUGA:Bareskrim Usut Temuan Propilen Glikol yang Diduga Dioplos di Depok 

Kapolres Tangerang Kota, Kombes Pol Zain Dwi Nugroho menjelaskan, anggotanya berhasil menangkap lima orang pelaku berinisial K, MY, H, MT dan AM.

"Mereka terdiri dari pemilik atau otak pelaku, kuli angkut sampai sopir yang mengantarkan tabung-tabung untuk dijual kembali," ujar Zain, Kamis (24/11/2022).

Zain menuturkan, aksi gerebek yang dilakukan sekira pukul 13.00 WIB tersebut, berhasil mengamankan barang bukti sebanyak 135 tabung gas kosong ukuran 3 kilogram, 97 tabung 12 kilogram sudah diisi, 10 tabung 12 Kilogram kosong dan 18 tabung 3 kilogram masih isi, 3 selang regulator dan mobil bak terbuka untuk antar jemput.

"Modus operandi pemindahan isi tabung gas elpiji 3 Kg ke tabung gas elpiji 12 kg, mereka mengaku belajar dari YouTube dan otodidak," ujarnya.

"4 bulan selama beroperasi, mereka sudah meraup untung sebesar Rp200 juta," lanjut Zain.

BACA JUGA:Polri Ungkap Modus CV Samudera Chemical Oplos Kandungan EG 

Baca Juga: Lifebuoy x MNC Peduli Ajak Masyarakat Berbagi Kebaikan dengan Donasi Rambut, Catat Tanggalnya!

Zain menambahkan, para pelaku saat ini masih menjalani pemeriksaan di Polda Metro Jaya. Dia mengimbau agar tidak ada lagi oknum berbuat curang melakukan pengoplosan gas elpiji subsidi ke gas elpiji non subsidi.

"Selain terancam hukuman penjara selama 6 tahun, para pelaku juga dapat mengakibatkan meledaknya gas saat pengoplosan dan dapat merugikan masyarakat," tutur Zain.

Atas perbuatannya, kelima tersangka dipersangkakan dengan Pasal 40 angka 9 Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja atas perubahan ketentuan Pasal 55 Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi dan atau Pasal 62 Ayat (1) jo Pasal 8 Ayat (1) huruf b dan c Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen dan atau Pasal 32 Ayat (2) jo Pasal 31 Undang-Undang Nomor 2 Tahun 1981 tentang Metrologi Legal.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini