Share

6 Bulan Beraksi, Pembobol Mesin ATM Dapat Duit Rp400 Juta

Dimas Choirul, MNC Media · Kamis 24 November 2022 19:00 WIB
https: img.okezone.com content 2022 11 24 338 2714254 6-bulan-beraksi-pembobol-mesin-atm-dapat-duit-rp400-juta-d8v36YpZKn.jpg Polisi tangkap 11 pembobol ATM (Foto : MPI)

JAKARTA - Polisi mengungkapkan para pelaku pembobolan mesin Anjungan Tunai Mandiri (ATM) telah beraksi sekitar setengah tahun. Dalam kurun waktu tersebut para pelaku berhasil menggasak uang hingga Rp400 juta.

"Total kerugian hingga Rp400 juta. Jadi korbannya ini adalah salah satu bank swasta," kata Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Barat Kompol Haris Kurniawan kepada wartawan, Kamis (24/11/2022).

Dalam sehari, pelaku dapat menggasak uang sebesar Rp20juta hingga Rp40 juta. Hasil keuntungan tersebut mereka gunakan untuk dibelikan narkoba.

"Hal itu berdasarkan dari pemeriksaan dan tes urine, semuanya positif mengonsumsi sabu," tambahnya.

Modus Operandi

Haris menjelaskan para pelaku kerap menyasar ATM model lama yang belokasi jauh dari keramaian. Modus operandi yang dilakukan oleh pelaku yakni membobol ATM menggunakan alat buatan sendiri semacam tangkai besi berbentuk menyerupai obeng.

"Modus operandi dengan cara tersangka memasukkan kartu ATM yang sudah disiapkan untuk melakukan transkasi tarik tunai. Saat uang keluar, tersangka mencongkel exit shutter dari pada mesin ATM sehingga mesin tersebut gagal transaksi, seolah tidak terjadi pemotongan saldo terhadap rekening tersebut," bebernya.

Baca Juga: Saatnya Anak Muda Bangkit Bersama untuk Indonesia Bersama Astra

Sebelumnya, polisi menangkap 11 pelaku pembobolan ATM di wilayah Jakarta Barat. Mereka terdiri dari tiga kelompok.

Adapun kelompok pertama berisi tiga pelaku yakni BR, AH, dan FD. Kelompok kedua berisi lima pelaku yakni, ANT, AS, DU, VRM, dan HS. Terakhir, kelompok ketiga berisi tiga pelaku yakni, MA, AG, dan AH.

Aksi kejatahan pelaku terungkap saat salah satu pihak bank swasta melaporkan adanya selisih antara uang yang keluar dengan sisa dan total catatan dari mesin ATMnya.

Berawal dari laporan itu, pihaknya kemudian melakukan penyelidikan. Kesebelas pelaku kemudian ditangkap di tempat berbeda-beda.

"Kelompok pertama kami amankan di daerah Karang Anyar, Sawah Besar, temannya di Jakarta Timur, kemudian kelompok 2 tersangka HS dan VRM kita amankan di daerah Ciri Mekar Cibinong, pengembangan lagi di Gerbang tol Cieteureup kita amankan juga. Kemudian kelompok 3 kita amankan di wilayah Bogor," ujarnya.

Akibat perbuatannya, para pelaku disangkakan dengan Pasal 363 Ayat 2 Kitab Undang-undang Hukum Pidana (KUHP) dengan ancaman pidana 9 tahun penjara. Kemudian tiga residivis lainnya, yakni AMT, DU, dan KS dikenakan pasal berlapis yakni 486 KUHP dengan ancaman sepertiga dari ancaman maksimal 363 ayat 2 KUHP.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini