Share

Guru SD Cabul di Bekasi Berkilah Tidak Sengaja: Tiba-Tiba Tangan Bergerak

Jonathan Simanjuntak, MNC Portal · Selasa 29 November 2022 05:17 WIB
https: img.okezone.com content 2022 11 29 338 2716703 guru-sd-cabul-di-bekasi-berkilah-tidak-sengaja-tiba-tiba-tangan-bergerak-IjZ4PiWDAM.jpg Guru cabul di Bekasi. (Foto: Jonathan Simanjuntak)

BEKASI - Polres Metro Bekasi Kota berhasil membengkuk AD (28) guru salah satu SD di Jatiasih, Kota Bekasi yang melakukan pencabulan pada siswinya sendiri. Pelarian AD harus terhenti ketika polisi berhasil membekuknya di daerah Batam pada Sabtu 26 November 2022.

Tersangka AD hanya bisa tertunduk malu ketika dirinya ditampilkan dalam media rilis pengungkapan kasus pencabulan. Kepada Polisi, AD membenarkan dirinya merupakan seorang guru honorer yang sudah bekerja selama dua tahun.

"Saya menyesal," singkatnya saat ditanya polisi atas perbuatannya.

AD mengklaim perbuatan cabulnya tidak dilakukan dengan sengaja. AD berkilah tangannya tiba-tiba bergerak ketika ada siswi yang berada di pangkuannya.

 Baca juga: Guru SD Cabuli Siswinya di Bekasi Akhirnya Ditangkap

"Sebetulnya enggak sengaja, karena pada saat itu dia (korban) di pangkuan saya, tapi tiba-tiba ya tangan itu bergerak," kata dia.

Masih dalam kesempatan yang sama, AD juga mengaku perbuatannya sudah dilakukan sebanyak tiga kali.

"Yang saya sadari tiga (sudah melakukan pencabulan)," tutupnya. 

Baca Juga: Rayakan Satu Tahun, BuddyKu Fest Hadirkan Sesi Media Challenges

Follow Berita Okezone di Google News

Sebagai informasi, Komisi Perlindungan Anak Daerah (KPAD) Kota Bekasi beberapa waktu lalu sempat menyebutkan ada delapan siswa dalam kasus pencabulan guru terhadap siswinya di salah satu SD negeri di Jatiasih Kota Bekasi. Namun, dari delapan korban yang ada, baru tiga korban yang melakukan pelaporan resmi.

“Kita juga melihat korban yang sesungguhnya. Kita inventarisasi dan ternyata dari hasil asesmen kita pelecehannya sudah berlangsung lama, dari asesmen kita ada sekitar delapan orang (korban),” ucap Novrian ketika dikonfirmasi Kamis (17/11/2022).

“Yang melapor tiga, tidak semuanya. Kita juga melihat kondisi psikologis anaknya,” tambahnya.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini