Share

Ditangkap saat Tawuran, 6 Pelajar Bakal Dibawa ke Pesantren untuk Dibina

Dimas Choirul, MNC Media · Kamis 01 Desember 2022 06:06 WIB
https: img.okezone.com content 2022 12 01 338 2718251 ditangkap-saat-tawuran-6-pelajar-bakal-dibawa-ke-pesantren-untuk-dibina-8RnVkBPmTh.jpg Kapolres Jakbar Kombes Pasma Royce menyambangi rumah orangtua pelajar yang terlibat tawuran (Foto: Istimewa)

JAKARTA - Sebanyak enam pelajar ditangkap polisi usai melakukan aksi tawuran di wilayah Joglo, Kembangan, Jakarta Barat. Para pelajar yang merupakan siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP) tersebut diketahui tergabung dalam geng motor di media sosial.

Mereka bakal dibawa ke Pondok Pesantren untuk mendapatkan pembinaan yang baik agar tidak mengulangi perbuatannya.

Peristiwa tawuran itu terjadi pada Sabtu, 27 November 2022 sekira pukul 22.30 WIB. Saat itu, petugas kepolisian yang sedang patroli melihat sekelompok pelajar melakukan aksi tawuran di dekat Perumahan Alfa Indah, Joglo.

"Sekitar 20 motor masuk arah perumahan Alfa Indah dengan berboncengan dan membawa bendera serta berteriak ke arah Polsubsektor Alfa Indah," kata Kapolres Metro Jakarta Barat Kombes Pol Pasma Royce dalam keterangannya, Kamis (1/12/2022).

Melihat para pelajar tersebut, Pasma memerintahkan anggotanya untuk melakukan pengejaran. Hasilnya, enam orang ditangkap berikut barang bukti kendaraan sepeda motornya.

"Dilakukan pemeriksaan bahwa remaja yang diamankan tersebut juga tergabung dalam kelompok Jakarta 95 boys dan memiliki akun medsos Instagram sadoet_2024 dan jkt.95boys. Mereka melakukan konvoi dari arah Kebon jeruk mau ke arah Ciledug," tutur Pasma.

Usai diperiksa, keenam pelajar tersebut langsung diantar polisi ke rumah orang tuanya masing-masing. Pasma mengatakan, satu dari keenam pelajar itu berstatus yatim piatu.

Tak tega melihat pergaulannya, Pasma lantas berencana memboyongnya ke salah satu Pondok Pesantren di Jakarta Barat untuk dibina.

Follow Berita Okezone di Google News

"Masa depannya masih panjang dan saya tidak ingin anak tersebut terkontaminasi oleh pergaulan yang tidak baik maka saya ingin membawanya ke pesantren untuk diberikan pembinaan rohaninya agar tidak salah jalan," terangnya

Pasma berharap anak tersebut dapat belajar ilmu agama dan mendapat lingkungan pergaulan yang baik. "Mengingat anak tersebut merupakan anak yatim tidak menutup kemungkinan kurangnya mendapatkan bimbingan orang tua dan siraman rohani untuk membentuk karakter anak tersebut," pungkasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini