Share

Banting Balita hingga Tewas di Apartemen Kalibata City, Ini Tampang Pelakunya

Irfan Maulana, MNC Portal · Selasa 06 Desember 2022 22:42 WIB
https: img.okezone.com content 2022 12 06 338 2721981 banting-balita-hingga-tewas-di-apartemen-kalibata-city-ini-tampang-pelakunya-ydaWYhEPE2.jpg Pembunuh balita dengan cara dibanting di Apartemen Kalibata City ditangkap polisi (Foto : MPI)

JAKARTA - Polisi menangkap pelaku yang membanting balita berusia 2 tahun hingga meninggal di Apartemen kawasan Jakarta Selatan (Jaksel). Tersangka berinisial YA (31) merupakan teman dekat dari ibu korban, SS.

Pelaku pun dihadirkan dalam jumpa pers pengungkapan kasus tersebut di Mapolres Metro Jakarta Selatan, Selasa, (6/12/2022).

Kapolres Metro Jaksel, Kombes Ade Ary Syam mengatakan pengungkapan kasus ini berawal dari laporan Polsek Pancoran, di mana ada anak perempuan berusia 2 tahun yang meninggal dunia di Rumah Sakit Tria Dipa, Fatmawati.

"Berdasarkan informasi tersebut Kapolsek Pancoran dan kawan-kawan mendatangi rumah sakit kemudian berdasarkan hasil interogasi petugas rumah dengan ciri-ciri tertentu yang membawa korban ke rumah sakit yang akhirnya korban ditemukan meninggal dunia oleh pihak rumah sakit," ujarnya.

Setelah dilakukan penelusuran dan olah tempat kejadian perkara (TKP), Satreskrim Polresto Jaksel kata Ade akhirnya menyimpulkan YA bertanggung jawab atas kematian Balita tersebut.

"Maka korban dilakukan pemeriksaan visum luar dan visum dalam atau otopsi. kemudian pada saat bersama, Kasatreskrim dan Kapolsek Pancoran memimpin langsung pengejaran atau pencarian seorang laki-laki yang membawa korban ke rumah, akhirnya didapatkan suadara YA di rumahnya di Cilangkap, Depok. jam 00.00 WIB hari Minggu," jelas Ade.

YA pun kemudian dibawa ke Mapolres Jaksel untuk dimintai keterangan. Lalu ditahan hanya dalam kurun waktu beberapa saat setelah kejadian pada Sabtu 3 Desember 2022.

Hasil pemeriksaan, saat kejadian korban berada dalam penguasaan YA setelah dititipkan oleh SS yang ingin bertemu dengan kliennya.

Balita tersebut pun kemudian dibawa YA ke kediamannya di Apartemen Kalibata City, Pancoran, Jaksel. Saat di kamar, korban bermain dan sempat memberitahu YA, katanya ia buang air besar.

"Kemudian YA membawa korban naik ke kamar atau apartemen YA di unit 16 AS. Kita sudah melihat dari rekaman CCTV-nya ada, saksi-saksi juga mengatakan bahwa YA yang membawa korban naik ke apartemennya, di atas korban dibawa ke kamar mandi oleh YA. Sambil dibersihkan kotoran yang ada pada tubuh korban," urai Ade.

Namun, YA kesal karena korban menangis saat dibersihkan. Sebab YA melepaskan pokok korban dengan kasar. Akhirnya, kepala korban sempat terbentur dinding kamar mandi.

"Setelah dibersihkan, korban masih menangis, dilempar oleh YA ke arah kasur, namun korban tidak mendarat di kasur tapi jatuh di lantai dan itu mengakibatkan benturan kedua kali di kepala korban," ungkap Ade.

Follow Berita Okezone di Google News

Dalam keadaan korban yang terus menangis, YA melanjutkan membersihkan kotoran korban. Namun, YA masih kesal karena tangisan tersebut. Lantaran dikuasai emosi, YA pun kemudian menginjak kaki kiri korban.

"Kemudian oleh saudar YA korban diangkat, dicoba untuk dibangunkan, untuk dicoba ditenangkan, karena korban nangisnya makin kencang. Diangkat kemudian jatuh lagi untuk yang ketiga kalinya, mengenai kepala korban lagi. Kemudian setelah itu baru saudara YA membawa korban ke Rumah Sakit Triadipa. Ini sudah kami dapatkan fotonya berdasarkan sekuriti apartemen Kalibata City," kata Ade.

Namun, nyawa korban tak tertolong dan meninggal di rumah sakit. YA sempat mengabarkan SS kalau anaknya tak sadarkan diri.

"Di tubuh korban ditemukan tulang tengkorak bagian kiri ada retakan sepanjang 7,9 cm, kemudian di kaki kiri korban itu ada memar tungkai bawah kiri sisi depan 1,5x2cm 0,7x0,5 cm, kemudian pd otak besar korban terdapat pelebaran pembuluh darah atau pendarahan dibawah selaput otak,"

Akibatnya, pelaku disangkakan Pasal 76 juncto 80 ayat 3 UU RI Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak dan Pasal 338 KUHP tentang secara sengaja menghilangkan nyawa subsider 351 ayat 3 tentang Penganiayaan Orang yang Mengakibatkan Meninggal Dunia dengan ancaman masing-masing 10 tahun, 15 tahun, dan 7 tahun.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini