Share

RPA Partai Perindo Harap Pelaku Kekerasan Seksual Anak di Bawah Umur Dijerat UU TPKS

Carlos Roy Fajarta, · Rabu 07 Desember 2022 12:11 WIB
https: img.okezone.com content 2022 12 07 338 2722263 rpa-partai-perindo-harap-pelaku-kekerasan-seksual-anak-di-bawah-umur-dijerat-uu-tpks-UGuBE0ubrl.jpg RPA Partai Perindo harap pelaku kekerasan seksual anak di bawah umur dijerat UU TPKS. (MNC Portal/Carlos Roy Fajarta)

JAKARTA - Relawan Perempuan & Anak (RPA) Partai Persatuan Indonesia (Perindo) mendorong aparat penegak hukum untuk menerapkan sanksi kurungan maksimal serta restitusi seperti yang diatur dalam UU Tindak Pidana Kekerasan Seksual (TPKS).

Hal tersebut disampaikan Ketua RPA Partai Perindo, Jeannie Latumahina saat menyambangi Kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Jakarta Utara, Rabu (7/12/2022).

"Dengan UU TPKS baru, bukan hanya hukuman maksimal kurungan, tapi restitusi dari pelaku terhadap korban sehingga tidak timbul lagi kasus-kasus serupa," ujar Jeannie.

Ia memastikan, RPA Partai Perindo konsisten dalam pendampingan terhadap kasus pemerkosaan anak di bawah umur di Jakarta Utara.

"Kami datang ke Kejari Jakarta Utara berjumpa dengan pimpinan dan juga JPU yang menangani kasus ini. Korban dengan inisial S. Kami memberikan apresiasi kepada JPU karena mereka bertindak dan bergerak cepat," kata Jeannie.

RPA Perindo melihat UU TPKS perlu diterapkan kepada pelaku kekerasan seksual terhadap anak di bawah umur agar bisa memberikan efek jera.

Follow Berita Okezone di Google News

"JPU akan mempercepat proses P21. Kami juga sudah berbicara agar bisa memberikan hukuman maksimal kepada pelaku agar ada efek jera Dan bagaimana memperlakukan ganti rugi restitusi sesuai UU TPKS dari pelaku kepada korban," tutur Jeannie.

Ia menyebutkan, RPA Partai Perindo merupakan wadah perwujudan komitmen nyata Partai Perindo yang dikenal peduli dan melindungi hak-hak perempuan dan anak.

"Kami juga memberikan apresiasi pihak kejaksaan negeri Jakarta Utara yang sebelumnya telah memberikan tuntutan dengan hukuman berat terhadap para pelaku kekerasan seksual terhadap anak di bawah umur," katanya.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini