Share

Polisi Tetapkan 2 Tersangka Kasus TKW Ilegal di Bogor, Ini Perannya

Putra Ramadhani Astyawan, Okezone · Rabu 07 Desember 2022 15:41 WIB
https: img.okezone.com content 2022 12 07 338 2722463 polisi-tetapkan-2-tersangka-kasus-tkw-ilegal-di-bogor-ini-perannya-hWSWdwyxlf.jpg Polres Bogor tetapkan 2 tersangka kasus TKW ilegal. (MNC Portal/Putra Ramadhani Astyawan)

BOGOR - Polisi kembali menetapkan satu tersangka kasus dugaan tindak pidana perdagangan orang (TPPO) dan TKW ilegal di Bogor. Total terdapat dua tersangka wanita dalam kasus tersebut.

"Jadi ada 2 tersangka yang kami lakukan penahanan di Polres Bogor pertama tersangka D dan tersangka L," kata Kasat Reskrim Polres Bogor AKP Yohanes Redhoi di Polres Bogor, Rabu (7/12/2022).

Ia menyebutkan, tersangka L berperan sebagai inisator dan yang melatih para korbannya sebelum diberangkatkan ke Malaysia. Sementara tersangka D bertugas merekrut para korban melalui media sosial.

"Tersangka D ini yang mengirimkan para korban ini ke daerah Parung Panjang di situ sudah dipersiapkan oleh tersangka L tempat penampungan tempat calon TKW ilegal ini dilatih untuk melakukan pekerjaan rumah tangga. Yang nantinya akan mereka laksanakan di tempat kerja mereka di Malaysia," ucapnya.

Atas perbuatannya, kedua tersangka dijerat UU RI No 21 Tahun 2007 tentang Pemberantasan TPPO dan UU No 18 Tahun 2017 tentang Perlindungan Pekerja Migran Indonesia. Ancaman pidana minimal 3 tahun penjara dan maksimal 15 tahun penjara.

"Kami juga akan koordinasi dengan pihak-pihak lainnya terkait kasus ini," tuturnya.

Baca Juga: Rayakan Satu Tahun, BuddyKu Fest Hadirkan Sesi Media Challenges

Follow Berita Okezone di Google News

Sebelumnya, Satreskrim Polres Bogor membongkar praktik dugaan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) di wilayah Kecamatan Parung Panjang, Kabupaten Bogor. Adapun modusnya dengan pengiriman Tenaga Kerja Wanita (TKW) ilegal.

Kasus ini terbongkar pada saat empat wanita melihat postingan di grup media sosial Facebook yang menawarkan jasa TKW resmi ke Malaysia. Dalam akun tersebut, TKW diawarkan akan mendapat gaji 1.500 ringgit atau sekitar Rp 5,5 juta perbulan.

Karena tertarik, mereka menghubungi nomor telpon dan ditampung di sebuah rumah di wilayah Parung Panjang. Dalam prosesnya, korban curiga karena didaftarkan ke pihak Imigrasi untuk berwisata dan akhirnya melapol ke call center 110 Polres Bogor.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini