Share

Polisi Dalami Keterangan Saksi Kunci Kasus Mutilasi Angela

Erfan Maaruf, MNC Portal · Senin 16 Januari 2023 16:57 WIB
https: img.okezone.com content 2023 01 16 338 2747297 polisi-dalami-keterangan-saksi-kunci-kasus-mutilasi-angela-KEuPNbTNRj.jpg Ilustrasi mayat (Foto: Dok Okezone)

JAKARTA - Polisi masih mendalami keterangan dari saksi kunci terkait kasus pembunuhan dengan mutilasi terhadap Angela Hindriati Wahyuningsih. Polisi akan menggandeng sejumlah ahli untuk memeriksa saksi kunci tersebut.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Trunoyudo Wisnu Andiko mengatakan, ada satu saksi kunci yang diperiksa lebih lanjut. Namun, ia tidak membeberkan identitas dari saksi kunci tersebut.

BACA JUGA:5 Fakta Ecky, Mengaku Mutilasi Angela karena Motif Asmara 

Menurutnya, pemeriksaan terhadap saksi kunci itu juga melibatkan psikolog forensik dan psikiater.

"Satu saksi ini perlu adanya pendalaman terhadap keterangan yang akan diberikan dengan melalui interprofesi dan harus didukung dengan alat bukti," kata Trunoyudo, di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Senin (16/1/2023).

Timsus gabungan Subdit Jatanras dan Subdit Resmob Polda Metro Jaya menemukan saksi dan alat bakti baru terkait kasus pembunuhan dengan cara mutilasi terhadap Angela Hindriati Wahyuningsih.

Direktur Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombes Hengki Haryadi menyebut saksi dan alat bukti tersebut akan mengungkap motif sebenarnya di balik kematian Angela.

"Saksi penting yang membongkar motif," ujar Hengki Haryadi, saat dikonfirmasi, Jumat 13 Januari 2023.

BACA JUGA:Terungkap! Ecky Berbohong soal Mutilasi Angela karena Asmara 

Follow Berita Okezone di Google News

Namun, Hengki belum membeberkan siapa saksi penting tersebut. Termasuk motif yang diungkap dari kematian Angela.

Hengki hanya menegaskan, bahwa untuk mengungkap kematian Angela dibutuhkan kolaborasi interprofesi antara laboratorium forensik, kedokteran forensik maupun psikologi forensik serta psikiatri.

"Baik dari sisi motif korban maupun tersangka berdasarkan scientific crime investigation dan berkesinambungan," kata Hengki.

Sebelumnya, pihak keluarga berharap kepolisian terus mendalami motif M Ecky Listiantho (34) melakukan pembunuhan dengan cara mutilasi terhadap Angela Hindriati Wahyuningsih (54).

Sepupu sekaligus juru bicara keluarga Angela, Djodit berharap kepolisian tidak hanya berhenti setelah Ecky mengaku membunuh Angela karena sakit hati. Ia mengaku ada kemungkinan motif lain dalam pembunuhan tersebut seperti ekonomi atau menguasai harta dari Angela.

"Sebetulnya bukan keluarga yang minta, itu kan sesuatu yang sudah menjadi tugas dan tanggung jawab kepolisian. Kita hanya berharap," kata Djodit setelah pemakaman Angela di TPU Kampung Kandang, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Kamis 12 Januari 2023.

Djodit mengaku pihaknya mendapatkan informasi mengenai Ecky yang beberapa kali meminjam uang senilai jutaan rupiah kepada Angela. Ia mengatakan berdasarkan penelusuran keluarga juga diketahui Ecky tidak bekerja. Mobil yang dimilki Ecky pun diketahui diberi oleh keluarga istrinya.

Selain itu, Djodit juga menyinggung apartemen Angela di Taman Rasuna yang telah dimiliki oleh Ecky. Ia mengatakan pihak keluarga sebenarnya tidak mempersoalkan perpindahan kepemilikan apartemen tersebut.

Namun, ia berharap hal tersebut dapat menjadi pintu masuk untuk mengungkap motif baru pembunuhan terhadap Angela.

"Kalau bicara tentang apartemen kita sudah tidak mikirin. Tetapi kalau itu bisa menuju ke suatu motif, yang itu berbahaya untuk yang kita khawatirkan itu tidak ketemu satu motif yang tepat," katanya.

Lebih lanjut, Djodit berharap Ecky dapat dihukum maksimal. Ia khawatir jika tidak diberi hukuman maksimal, Ecky akan mengulangi perbuatannya.

"Mohon maaf, hukumannya enggak maksimal, dia lepas. Dia bisa melakukan itu lagi, umurnya baru 34. Bahkan, ada psikolog yang mengatakan ini orang sakit jiwa ini, dipotong-potong, ditaruh di kamar, dia tinggal di situ juga," katanya.

Sebelumnya, polisi menemukan Angela Hindriati Wahyuningsi (54) tewas dalam kondisi dimutilasi di sebuah rumah kontrakan di Desa Lambangsari, Kecamatan Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi pada 23 Desember 2022. Sebelumnya, Angela dilaporkan hilang sejak 2019 di kawasan Bandung.

Angela ternyata dibunuh dan dimutilasi oleh M Ecky Listiantho. Penemuan mayat tersebut berawal dari pencarian orang hilang atas nama Ecky. Setelah dilakukan penyelidikan, polisi menemukan Ecky di sebuah kontrakan berikut jasad Angela yang telah tersimpan di boks kontainer.

Ecky dan Angela menjalin hubungan atau pacaran sejak Juni 2021 hingga November 2021. Ecky mengaku memang lebih nyaman menjalin hubungan dengan yang lebih tua darinya.

Menurut pengakuannya, Ecky mengaku Angela meminta untuk menikah. Namun, Ecky menolak ajakan itu.

Angela kemudian mengancam untuk melaporkan kepada keluarga Ecky atas hubungan tersebut. Setelah itu terjadi cekcok hingga Ecky yang emosi mencekik korban hingga tewas dan dilanjutkan dengan memutilasi tubuh korban dengan gergaji listrik.

Atas perbuatannya, Ecky dijerat Pasal 338 KUHP tentang pembunuhan Jo Pasal 339 KUHP tentang pembunuhan dengan pemberatan atau Pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana dengan ancaman pidana hukuman mati atau penjara seumur hidup atau penjara selama lamanya 20 tahun.

1
4

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini