Share

Serial Killer, Pelaku Dede Ikut Minum Racun untuk Kelabui Polisi

Erfan Maaruf, MNC Portal · Selasa 24 Januari 2023 10:46 WIB
https: img.okezone.com content 2023 01 24 338 2751801 serial-killer-pelaku-dede-ikut-minum-racun-untuk-kelabui-polisi-FrB9Vu959t.jpg Ilustrasi (Foto: Shutterstock)

JAKARTA - Tersangka M Dede Solehudin alias Dede (34) merupakan salah satu dari tiga tersangka serial killer ikut menenggak kopi beracun di Bantargebang, Kota Bekasi untuk menghilangkan jejak.

Dede sengaja ikut meminum kopi yang sudah tercampur dengan racun tikus dan pestisida itu dengan maksud untuk mengelabuhi polisi. Hal itu dilakukannya untuk menghilangkan jejak agar polisi mengira bahwa dirinya tidak ikut meracuni para korban.

"Kalau alasannya kan untuk menghilangkan jejak, seakan-akan dia itu untuk menghilangkan jejaklah supaya enggak ketahuan bahwa dia ikut meracun," kata Kasubdit Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya AKBP Indrawienny Panjiyoga dalam keterangannya, Selasa (24/1/2023).

Panji mengungkapkan bahwa sebenarnya Dede sudah tahu bahwa kopi yang diminumnya itu sudah dicampur racun oleh kedua rekannya. Untuk itu, dia sengaja meminumnya sedikit agar tidak terlalu membahayakan nyawanya.

Baca juga: Serial Killer Wowon Cs, Keluarga Setuju Makam Halimah Dibongkar untuk Autopsi

"Dia minum racun cuma sedikit makannya dia hidup," jelas Panji.

Selain itu, Panji juga bilang bahwa apa yang dilakukan Dede ini merupakan upaya untuk mengaburkan pandangan polisi bahwa kasus ini merupakan kasus keracunan, bukan pembunuhan.

Baca juga: Temukan Dua Lubang Baru, Polisi Duga Ada Korban Lain Kasus Serial Killer Aki Wowon

"Iya (untuk hilangkan jejak biar seperti keracunan, bukan pembunuhan)," katanya.

Follow Berita Okezone di Google News

Sebelumnya, Dede ikut menjadi mengalami keracunan karena menenggak kopi beracun bersama para korban lain sebuah rumah kontrakan di Ciketing, Kecamatan Bantar Gebang, Kota Bekasi, Kamis 12 Januari 2023.

Pada saat itu, warga mendengar rintihan minta tolong dari dalam rumah tersebut kemudian masuk ke dalam rumah untuk memeriksanya. Warga lantas dikejutkan dengan pemandangan dari lima orang penghuni rumah yang terbaring sembari mulutnya mengeluarkan busa.

Dalam peristiwa tersebut, tiga orang dinyatakan tewas yaitu Ai Maemunah beserta kedua anaknya M Ridwan Abdul Muiz (18) dan M Ruswandi (15). Sementara dua korban lainnya, Dede dan Neng Ayu Sulistyowati (5) masih selamat dan sedang menjalani perawatan di rumah sakit.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini