Share

Temuan Baru Kasus Mutilasi Angela : Dibunuh di Apartemen pada 2019

Arie Dwi Satrio, Okezone · Rabu 25 Januari 2023 02:36 WIB
https: img.okezone.com content 2023 01 25 338 2752380 temuan-baru-kasus-mutilasi-angela-dibunuh-di-apartemen-pada-2019-HKa6gVVmvz.jpg Pemakaman Angela korban mutilasi (Foto: MPI)

JAKARTA - Jajaran penyidik Polres Metro Jakarta Selatan mengantongi temuan baru terkait kasus pembunuhan disertai mutilasi terhadap Angela Hindriati (54). Temuan baru tersebut berasal dari pengakuan pelaku pembunuhan disertai mutilasi, M Ecky Listyanto (34).

Berdasarkan pengakuan Ecky, dia membunuh Angela pada 2019. Pembunuhan tersebut terjadi di apartemen Angela daerah Kuningan, Jakarta Selatan. Namun, pihak kepolisian menegaskan bahwa keterangan Ecky tersebut perlu didalami kembali.

"Karena itu kan masih keterangan tersangka. Kita harus dalami lagi di mana TKPnya, harus kita cek, apakah ada DNA nya dan sebagainya," kata Dirkrimum Polda Metro Jaya, Kombes Hengki Haryadi saat dikonfirmasi awak media, Selasa (24/1/2023).

Keterangan Ecky tersebut berbeda dari yang sebelumnya. Sebab sebelumnya, polisi mengatakan bahwa Ecky mengaku membunuh Angela pada 2021. Setelah dilakukan penyidikan dan ditelusuri, polisi menemukan adanya dugaan bahwa Angela meninggal bukan pada 2021.

"Karena kita punya fakta baru makanya kalau kita enggak punya fakta, enggak akan berubah itu," katanya.

Sekadar informasi, kasus ini berawal dari pencarian seorang laki-laki bernama Ecky atas laporan masyarakat. Kemudian, ada informasi bahwa Ecky tinggal di senuah kontrakan di daerah Tambun, Bekasi.

Follow Berita Okezone di Google News

Polisi kemudian mendatangi kontrakan Ecky. Sesampainya di kontrakan yang dimaksud, petugas menemukan jasad seorang perempuan yang terpotong di dalam dua boks.

"Pada saat kita cari di lokasi itu kita mengajak pemilik kos ke dalam, ternyata kita di dalam menemukan suatu hal yang sangat mengejutkan buat kami tim penyelidik. Ternyata di sana ada jenazah dalam dua kontainer," beber Hengki.

Pihak kepolisian kemudian menangkap Ecky. Penangkapan tersebut, kata Hengki, berawal saat polisi lantas memanggil tim laboratorium forensik untuk datang ke lokasi. Hengki mengungkap, tidak lama setelah penggeledahan kontrakan lalu datang satu unit mobil. Namun, saat itu pengemudinya langsung melarikan diri.

"Tim keluar dari indekos ada mobil yang datang, tapi (pengemudi) kabur langsung kita kejar. Akhirnya didapati beberapa orang termasuk tersangka, ada wanitanya juga ini sedang kita dalami motifnya dan sebagainya jadi ini masih sangat awal," terang Hengki.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini