Share

Jenazah Balita Cakung yang Dianiaya Telah Dikebumikan, Keluarga Minta Proses Hukum Berlanjut

Muhammad Farhan, MNC Portal · Kamis 26 Januari 2023 07:21 WIB
https: img.okezone.com content 2023 01 26 338 2753198 jenazah-balita-cakung-yang-dianiaya-telah-dikebumikan-keluarga-minta-proses-hukum-berlanjut-c2XmDW8Eyr.jpg Balita yang dianiaya ibunya hingga tewas telah dimakamkan/Foto: Muhammad Farhan

JAKARTA - Jenazah NA (2) yang tewas karena dianiaya oleh ibunya, NK (20), setelah diautopsi kini telah dikebumikan di Taman Pemakaman Umum Pulogebang, Cakung, Jakarta Timur. Diketahui, NA wafat lantaran diduga dianiaya oleh NK yang kesal mendengar tangisan anak perempuan semata wayangnya tersebut.

Selepas melangsungkan pemakaman NA, kakak Ipar NK sekaligus paman korban, Siswandi (34), mengaku menyesalkan kejadian yang menimpa keponakannya tersebut. Siswandi menjelaskan, pihak keluarga meminta proses hukum tetap berlanjut.

 BACA JUGA:BMKG Imbau Warga Waspadai Hujan Sedang hingga Lebat dan Gelombang Tinggi di DIY

"Lanjut saja proses hukumnya, harus dilanjutkan. Karena ini sudah tindakan kriminal," ujar Siswandi kepada wartawan, Kamis (26/1/2023).

Siswandi menuturkan, ayah korban saat ini sedang bertugas di Kalimantan karena bekerja kelasi kapal laut. Ia pun mengatakan, ayah NA sampai saat ini sulit dihubungi lantaran tidak ada jawaban.

 BACA JUGA:Kematian Covid China Melonjak ke Pedesaan, Peti Mati Terjual Habis

"Saya sudah coba hubungi ayah korban, bahkan lewat facebook juga, tetapi belum ada jawaban," katanya.

Siswandi menuturkan, ia dan istrinya mengalami duka yang mendalam karena korban pernah tinggal bersamanya di rumah kontrakannya di Jatinegara.

"Saya dan istri saya sudah mengurus korban sejak baru lahir. Saya sayang dengan korban, makanya sedih sekali melihat kondisi seperti ini," tutur Siswandi.

Follow Berita Okezone di Google News

Sebelumnya, menurut Kasat Reskrim Polrestro Jakarta Timur, AKBP Ahsanul Muqaffi mengungkapkan NK saat ini telah ditetapkan sebagai tersangka. Ia menuturkan, saat ini jajarannya menunggu hasil autopsi jenazah NA yang dilakukan di RS Polri Kramatjati.

"Pelaku masih proses pemeriksaan sebagai tersangka," ujar Ahsanul saat dikonfirmasi.

Sementara itu, Kapolsek Cakung, Kompol Syarifah Chaira mengungkapkan, NK melakukan penganiayaan kepada NA, di rumah kontrakannya, yakni di kawasan Tanah 80 Klender, Duren Sawit, Jakarta Timur. Peristiwa tersebut terjadi sebelum jenazah hendak dimandikan pada Senin, 23 Januari 2023.

"Menurut NK, Kejadian berawal kurang lebih seminggu sebelumnya. Korban nangis, NK kesal dan menendang korban hingga jatuh dan tangannya terpelintir sehingga kepala bagian kening terbentur. Selanjutnya dibawa ke tukang urut dan diurut dikasih kencur dan diperban sendiri oleh NK. Kejadiannya hari Kamis atau hari Jumat seminggu yang lalu," tutur Syarifah melalui keterangannya.

Syarifah menjelaskan, meski sudah diobati secara darurat, NA masih menangis karena kesakitan. Karena panik sembari kesal, NK kembali melakukan kekerasan dengan mencekik leher korban berkali-kali.

"Korban rewel kembali dan dibawa ke puskesmas. Setelah dibersihkan lukanya disana, pihak Puskesmas menganjurkan agar dibawa ke Rumah Sakit. Namun saat di perjalanan sekira jam 16.00 WIB, korban kembali menangis sehingga NK bingung panik dan kesal," ujar Syarifah.

"Kemudian NK kembali mencekik leher korban menggunakan tangan kiri dan posisi korban terlentang dikasur. Sempat dilepaskan, korban menangis kembali, NK pun mencekik leher korban untuk yang kedua kalinya," lanjut Syarifah.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini